Senin, 13 Agustus 2012

asuhan keperawatan Bronkopneumonia




ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. N
DENGAN BRONKOPNEUMONI DI RUANG ABEDNEGO                                                 RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG

Karya Tulis Ilmiah
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Pendidikan Program Studi Diploma Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehata  Immanuel Bandung



DISUSUN OLEH :
Agus Wasinton H.Panjaitan
DA 09001




PROGRAM STUDI DIPLOMA KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN IMMANUEL
BANDUNG
 2012



Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel
Agus Wasinton H. Panjaitan, DA09001
Agustus 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN An.N DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI RUANGAN ABEDNEGO
 RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG
 4 Bab, 65 Halaman, 12 Tabel, 3 Gambat, 2 Genogram, 7 Lampiran.

ABSTRAK
Masuk dalam era globalisasi ini, keperawatan dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan tuntutan jaman. Asuhan keperawatan merupakan suatu rangkaian proses keperawatan dalam mengatasi masalah keperawatan pada pasien. Dewasa ini seorang anak sangat rentan dengan berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh kuman, virus, dan lain lain. Penyakit yang sering didapat pada seorang anak diantaranya bronkopneumonia. WHO mencatat bahwa insiden pada tahun 2010 dinegara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara- negara di Eropa lainya yang menderita penyakit bronkopeneumonia sekitar 45.000 orang. Negara – negara berkembang seperti di Afrika dan Asia tengara sekitar 70 % kematian pada anak usia 0 sampai 6 tahun disebabkan bronkopneumonia. Penyakit bronkopneumonia di Indonesia barada di posisi yang delapan dari sepuluh penyakit yang dirawat di rumah sakit di seluruh Indonesia. Setelah diare, demam berdarah dengue, tipoid, demam peyebabnya tidak diketahui, dsypepsia, hipertensi, ISPA. Karya tulis ini berjudul “Asuhan Keperawatan pada An.N dengan Bronkopneumonia di Ruang Abednego Rumah Sakit Immanuel Bandung”, dilatar belakangi karena masih tinginya angka penderita penyakit bronkopneumonia  menurut data yang terhitung mulai bulan Januari 2012 sampai bulan Juni 2012 terdapat 382 kasus yang dirawat. Bronkopneumonia biasanya di dahului oleh infeksi saluran napas bagian atas selama beberapa hari. Suhu dapat naik sangat mendadak sampai 39˚ – 40˚ C dan mungkin disertai kejang demam yang tinggi. Anak megalami kegelisahan, kecemasan, dispnu. Kerusakan pernapasan diwujudkan dalam bentuk napas cepat dan dangkal, pernapasan cuping hidung, retraksi pada daerah supraclavikular, ruang-ruang intercostal, sianosis sekitar mulut dan hidung. Setelah penulis melaksanakan asuhan keperawatan adapun masalah-masalah yang timbul adalah Pola napas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret, Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret, Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kompleace paru menurun, Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake inadekuat. Tindakan secara umum untuk mengatsi masalah tersebut adalah memonitor tanda tanda vital klien, memposisikan klien dengan posisi semi fowler, dan kolaborasi pemberian terapi oksigen dan broncodilator.
Kata kunci: Asuhan, Keperawatan, Bronkopneumonia.
Daftar Pustaka : 14 Buah dari tahun 2002-2012.


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Masuk dalam era globalisasi ini, keperawatan dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan tuntutan jaman. Asuhan keperawatan merupakan suatu rangkaian proses keperawatan dalam mengatasi masalah keperawatan pada pasien. Dewasa ini seorang anak sangat rentan dengan berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh kuman, virus, dan lain lain. Penyakit yang sering didapat pada seorang anak diantaranya bronkopneumonia. WHO mencatat bahwa insiden pada tahun 2010 dinegara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara- negara di Eropa lainya yang menderita penyakit bronkopeneumonia sekitar 45.000 orang. Negara – negara berkembang seperti di Afrika dan Asia tengara sekitar 70 % kematian pada anak usia 0 sampai 6 tahun disebabkan bronkopneumonia.
Bronkopneumonia adalah inflamasi pada parenkim paru yang terjadi pada ujung akhir bronciolus yang tersumbat oleh eksulat mukoperulen untuk membentuk bercak konsolidasi dalam lobus yang berada didekatnya (Wong 2003). Timbulnya bronkopneumonia disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, protozoa, mikobakteri, mikoplasma, dan riketsia. (Suriadi & Rita, 2006 )
Penyakit bronkopneumonia di Indonesia barada di posisi yang delapan dari sepuluh penyakit yang dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia. Setelah diare, demam berdarah dengue, tipoid, demam peyebabnya tidak diketahui, dsypepsia, hipertensi, ISPA.

Tabel 1.1
            Penyakit terbanyak pasien rawat inap seluruh rumah sakit di Indonesia 2009

No
Nama Penyakit
Kasus
Total kasus
Meninggal
Laki-laki
Perempuan
1
Diare
74.161
69.535
143.696
1.747
2
DBD
60.705
60.629
121.334
898
3
Tipoid
39.262
41.588
80.805
1.013
4
Demam penyebab tidak diketahui
24.957
24.243
49.200
462
5
Dyspepsia
18.807
28.497
47.304
520
6
Hipertensi
15.533
21.144
36.677
935
7
Ispa
19.115
16.933
36.048
162
8
Bronkopneumonia
19.170
16.477
35.647
2.365
9
Apendiks
13.920
16.783
30.703
234
10
Gastritis & Duodenitis
12.758
17.396
30.154
235

KTI Bronkopneumonia