ASUHAN
KEPERAWATAN PADA AN. N
DENGAN BRONKOPNEUMONI
DI RUANG ABEDNEGO
RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG
Karya Tulis Ilmiah
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah
Satu Syarat Dalam Menyelesaikan
Pendidikan Program Studi Diploma Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehata Immanuel Bandung
DISUSUN OLEH :
Agus Wasinton H.Panjaitan
DA 09001
PROGRAM STUDI DIPLOMA KEPERAWATAN
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN IMMANUEL
BANDUNG
2012
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel
Agus Wasinton H. Panjaitan, DA09001
Agustus 2012
Agustus 2012
ASUHAN
KEPERAWATAN PADA KLIEN An.N DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI RUANGAN ABEDNEGO
RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG
4 Bab, 65 Halaman, 12 Tabel, 3
Gambat, 2 Genogram, 7 Lampiran.
ABSTRAK
Masuk dalam era
globalisasi ini, keperawatan dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan tuntutan
jaman. Asuhan keperawatan merupakan suatu rangkaian proses keperawatan dalam
mengatasi masalah keperawatan pada pasien. Dewasa ini seorang anak sangat
rentan dengan berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh kuman, virus, dan
lain lain. Penyakit yang sering didapat pada seorang anak diantaranya
bronkopneumonia. WHO mencatat bahwa insiden pada tahun 2010 dinegara maju
seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara- negara di Eropa lainya yang
menderita penyakit bronkopeneumonia sekitar 45.000 orang. Negara – negara
berkembang seperti di Afrika dan Asia tengara sekitar 70 % kematian pada anak
usia 0 sampai 6 tahun disebabkan bronkopneumonia. Penyakit
bronkopneumonia di Indonesia barada di posisi yang delapan dari sepuluh
penyakit yang dirawat di rumah sakit di seluruh Indonesia. Setelah diare,
demam berdarah dengue, tipoid, demam peyebabnya tidak diketahui, dsypepsia,
hipertensi, ISPA. Karya
tulis ini berjudul “Asuhan Keperawatan pada An.N dengan Bronkopneumonia di Ruang Abednego Rumah Sakit Immanuel Bandung”,
dilatar belakangi karena masih tinginya angka
penderita penyakit bronkopneumonia menurut data yang terhitung mulai bulan
Januari 2012 sampai bulan Juni 2012 terdapat 382 kasus
yang dirawat. Bronkopneumonia biasanya di dahului oleh
infeksi saluran napas bagian atas selama beberapa hari. Suhu dapat naik sangat
mendadak sampai 39˚ – 40˚ C dan mungkin disertai kejang demam yang tinggi. Anak
megalami kegelisahan, kecemasan, dispnu.
Kerusakan pernapasan diwujudkan dalam bentuk napas cepat dan dangkal,
pernapasan cuping hidung, retraksi pada daerah supraclavikular, ruang-ruang
intercostal, sianosis sekitar mulut dan hidung. Setelah
penulis melaksanakan asuhan keperawatan adapun masalah-masalah yang timbul
adalah Pola napas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan
sekret, Bersihan
jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret, Gangguan
pertukaran gas berhubungan dengan kompleace paru menurun, Nutrisi
kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake inadekuat. Tindakan secara umum
untuk mengatsi masalah tersebut adalah memonitor tanda tanda vital klien, memposisikan
klien dengan posisi semi fowler, dan kolaborasi pemberian terapi oksigen dan
broncodilator.
Kata kunci: Asuhan, Keperawatan, Bronkopneumonia.
Daftar Pustaka : 14 Buah dari tahun 2002-2012.
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang
Masuk
dalam era globalisasi ini, keperawatan dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan
tuntutan jaman. Asuhan keperawatan merupakan suatu rangkaian proses keperawatan
dalam mengatasi masalah keperawatan pada pasien. Dewasa ini seorang anak sangat
rentan dengan berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh kuman, virus, dan
lain lain. Penyakit yang sering didapat pada seorang anak diantaranya
bronkopneumonia. WHO mencatat bahwa insiden pada tahun 2010 dinegara maju
seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara- negara di Eropa lainya yang
menderita penyakit bronkopeneumonia sekitar 45.000 orang. Negara – negara
berkembang seperti di Afrika dan Asia tengara sekitar 70 % kematian pada anak
usia 0 sampai 6 tahun disebabkan bronkopneumonia.
Bronkopneumonia
adalah inflamasi pada parenkim paru yang terjadi pada ujung akhir bronciolus
yang tersumbat oleh eksulat mukoperulen untuk membentuk bercak konsolidasi
dalam lobus yang berada didekatnya (Wong 2003). Timbulnya bronkopneumonia
disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, protozoa, mikobakteri, mikoplasma, dan
riketsia. (Suriadi & Rita, 2006 )
Penyakit
bronkopneumonia di Indonesia barada di posisi yang delapan dari sepuluh
penyakit yang dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia. Setelah diare, demam
berdarah dengue, tipoid, demam peyebabnya tidak diketahui, dsypepsia, hipertensi,
ISPA.
Tabel
1.1
Penyakit terbanyak pasien rawat
inap seluruh rumah sakit di Indonesia 2009
No
|
Nama Penyakit
|
Kasus
|
Total kasus
|
Meninggal
|
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
||||
1
|
Diare
|
74.161
|
69.535
|
143.696
|
1.747
|
2
|
DBD
|
60.705
|
60.629
|
121.334
|
898
|
3
|
Tipoid
|
39.262
|
41.588
|
80.805
|
1.013
|
4
|
Demam penyebab tidak
diketahui
|
24.957
|
24.243
|
49.200
|
462
|
5
|
Dyspepsia
|
18.807
|
28.497
|
47.304
|
520
|
6
|
Hipertensi
|
15.533
|
21.144
|
36.677
|
935
|
7
|
Ispa
|
19.115
|
16.933
|
36.048
|
162
|
8
|
Bronkopneumonia
|
19.170
|
16.477
|
35.647
|
2.365
|
9
|
Apendiks
|
13.920
|
16.783
|
30.703
|
234
|
10
|
Gastritis & Duodenitis
|
12.758
|
17.396
|
30.154
|
235
|